Aqidah
Assalamu'alaikum wr.wb
kali ini saya akan membahas mengenai "Aqidah". Karena kita adalah manusia yang mempunyai akal, pasti muncul di benak kita apa itu aqidah. Nah, apasih aqidah itu? Aqidah adalah pemikiran menyeluruh tentang alam, manusia, dan kehidupan apa-apa yang ada sesudah kehidupan. Serta tentang kehidupan dunia dengan kehidupan sebelum dan sesudahnya. Nah, dapat digambarkan seperti di bawah ini ^_^
sebelum -----> kehidupan,alam,semesta dan manusia ----------> sesudah
Subhanallah ^_^ Maha Suci Allah atas segala firman-Nya. Aqidah itu seperti pondasi, yang tanpa itu maka tidak bakal jadi rumah yang utuh. Aqidah haruslah disertai dengan iman, karena jika seseorang sudah mempunyai aqidah tentu disertai dengan kepercayaan. Iman itu sendiri pembenaran yang pasti, tanpa ada keraguan di dalamnya, sesuai dengan realitas dan dibuktikan dengan adanya dalil.
Assalamu'alaikum wr.wb
kali ini saya akan membahas mengenai "Aqidah". Karena kita adalah manusia yang mempunyai akal, pasti muncul di benak kita apa itu aqidah. Nah, apasih aqidah itu? Aqidah adalah pemikiran menyeluruh tentang alam, manusia, dan kehidupan apa-apa yang ada sesudah kehidupan. Serta tentang kehidupan dunia dengan kehidupan sebelum dan sesudahnya. Nah, dapat digambarkan seperti di bawah ini ^_^
sebelum -----> kehidupan,alam,semesta dan manusia ----------> sesudah
Aqidah juga dapat diumpamakan sebagai akar pada pohon. Seperti di bawah ini ^_^
“Tidakkah
kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat
yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya
(menjulang) ke langit. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu
dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia
agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti
pohon buruk yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak
dapat tetap (tegak) sedikit pun” (QS. Ibrahim, 14;24-26)
Subhanallah ^_^ Maha Suci Allah atas segala firman-Nya. Aqidah itu seperti pondasi, yang tanpa itu maka tidak bakal jadi rumah yang utuh. Aqidah haruslah disertai dengan iman, karena jika seseorang sudah mempunyai aqidah tentu disertai dengan kepercayaan. Iman itu sendiri pembenaran yang pasti, tanpa ada keraguan di dalamnya, sesuai dengan realitas dan dibuktikan dengan adanya dalil.
Dalil itu sendiri terbagi atas 2, yaitu dalil naqli dan dalil aqli. 1). Dalli Naqli yaitu yang tidak bisa dilihat (ghaib) dan non indrawi;2). Dalil aqli yaitu yang dapat dilihat secara jelas menggunakan indrawi dan bisa diamati.
Secara bahasa aqidah berasal dari kata“al-‘aqdu” yaitu ikatan, Secara istilah syar’i:Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya. Terkai mengenai iman, rukun iman itu sendiri terdiri atas 6, yaitu:
Secara bahasa aqidah berasal dari kata“al-‘aqdu” yaitu ikatan, Secara istilah syar’i:Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya. Terkai mengenai iman, rukun iman itu sendiri terdiri atas 6, yaitu:
1). Iman kepada Allah SWT. (naqli dan aqli)
2). Iman kepada Malaikat-malaikat Allah SWT. (naqli)
3). Iman kepada Kitab-kitab Allah SWT. (aqli)
4). Iman kepada Rasul-rasul Allah SWT. (aqli)
5). Iman kepada Hari akhir. (naqli)
6). Iman kepada Qadha dan Qadar. (naqli)
* Mengapa Allah masuk ke dalam dalil aqli dan naqli?
-> Karena Allah tidak dapat dilihat (naqli) dan bisa dilihat melalui penciptaannya saja (aqli).
*Mengapa malaikat termasuk ke dalam dalil naqli?
-> Karena malaikat tidak dapat terlihat oleh mata
*Mengapa kitab termasuk ke dalam dalil aqli?
-> Karena kitab dapat dilihat secara langsung oleh mata, sehingga termasuk dalil aqli
*Mengapa rasul termasuk ke dalam dalil aqli?
-> Karena rasul dapat dilihat secara langsung oleh mata, walaupun saat ini Rasul yang terakhir telah wafat
*Mengapa akhirat termasuk tidak dapat dilihat (naqli) ?
-> Karena akhirat belum dapat ditentukan kapan datangnya (terjadi)
*Mengapa qadha dan qadar termasuk dalil naqli?
-> Karena berupa ketetapan Allah SWT. terhadap setiap makhluk-Nya.
- Siapakah Allah itu?
Allah adalah Tuhan yang ada dengan sendirinya, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Allah Maha Tunggal dan tidak diciptakan ataupun tidak pula menyihir dirinya. Jika ia menyihir dirinya, maka itu namanya bukan pencipta tapi ciptaan.
- Bagaimana cara untuk meyakinkan seseorang bahwa Allah SWT. itu benar-benar ada?
Dengan cara memperlihatkan bukti kekuasaan Allah SWT. misalnya langit, laut, dan semacamnya sampai orang itu telah yakin dan percaya. Al kisah pernah ada seorang di masa kepemimpinan Rasulullah ditanya "Bagaimana kamu yakin bahwa Allah SWT. itu benar ada?". Ia menjawab "Dengan tai unta ini.". Lalu orang itu bertanya lagi, "Ada apa dengan tai unta ini? apa kaitannya dengan keyakinanmu terhadap keberadaan Allah SWT.?". Lalu ia menjawab, "Tai unta ini tidak mungkin ada dan tidak mungkin terlihat jika tidak ada unta yang berada di sini. Pasti ada unta yang pernah melewati jalan ini sehingga ia meninggalkan tai. Seperti itulah saya yakin bahwa Allah SWT. benar ada. Kita tidak mungkin berada di bumi ini jika tidak ada yang menciptakan kita. Layaknya unta tadi, ia sudah pergi meninggalkan tainya sehingga kita tidak bisa melihat unta itu, hanya tainya saja yang dapat kita lihat. Seperti itulah Allah SWT. kita tidak dapat melihat wujud-Nya tetapi kita bisa melihat ciptaannya. Subhanallah ^_^ Allahu Akbar!!!
Misalnya lagi: Siapa yang menciptakan langit? kenapa langit berwarna biru, bukan ungu ataupun hijau? Langit, jika itu buatan manusia pasti ada pondasinya karena jika tidak ada, maka langit itu akan roboh, sama dengan langit. Tapi, kenapa langit tidak mempunyai pondasi? itulah salah satu bukti kekuasaan Allah SWT. Maha besar Allah atas segala Penciptaan-Nya ^_^
- Untuk apa manusia diciptakan? Untuk melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Seperti kita diperintahkan untuk menyembah-Nya dengan cara sholat dan menjauhi larangannya seperti menjauhi zina, contohnya ialah pacaran. Jadi, hendaklah kita menjauhkan diri dari yang namanya "PACARAN".
- Uqdatul qubra ( 3 pertanyaan besar)
1). Dari manakah manusia berasal?
2). Untuk apa manusia hidup?
3). Akan kemanakah setelah manusia hidup?
Jika ketiga pertanyaan besar itu dapat dijawab, maka aqidah kita sudah benar. Aqidah yang benar akan menimbulkan akhlak yang baik. Jadi, jika ada seseorang yang akhlaknya tidak baik, maka perlulah aqidahnya yang diubah.
Nah, mari kita jawab ke 3 pertanyaan besar itu.
1). Manusia berasal dari Allah SWT. karena Dialah yang menciptakan.
2). Manusia hidup Untuk beribadah kepada penciptanya, yaitu Allah SWT.
3). Manusia akan kembali kepada sang penciptanya, yaitu Allah SWT.
Jadi, dapat disimpulkan
(Dunia)
awal __________________
_____________akhirat
_____________akhirat
Kita dari -awal- lalu melanjutkan perjalanan singgah di dunia. Di dunia, kita melakukan semua amalan-amalan ibadah dan apa yang kita lakukan setelah itu? kita akan melanjutkan menuju akhirat.
ibaratnya juga ita mengambil jarum, lalu jarum itu kita celupkan ke laut lalu kita angkat, air yang menetes di ujung jarum itu ibarat kehidupan di dunia. Dunia itu sangatlah kecil dan laut yang luas itu bagaikan akhirat, tempat kita nantinya kekal di dalamnya.
Karenanya, marilah kita memperbaiki amalan-amalan kita, selagi kita masih memiliki kesempatan, selagi kita masih hidup. Seburuk apapun masa lalu, seburuk bagaimanpun kita di masa lalu, jangan jadikan sebagai alasan untuk kita tidak bertaubat dan berhijrah. Berhujralah!!! Berubahlah!!! karena kita begitu berharga 

demikianlah pembahasan saya mengenai aqidah. Semoga dapat bermanfaat yawh ^_^
Wassalamu'alaikum wr.wb.
m
Tidak ada komentar:
Posting Komentar